Kita sering menjalani hidup dengan sebuah janji kepada diri sendiri. 

“Sekarang saya kerja keras dulu. Nanti kalau sudah cukup uang, saya akan lebih tenang.”

“Sekarang saya selesaikan semua target dulu. Nanti kalau sudah berhasil, saya akan menikmati hidup.”

“Sekarang saya bertahan dulu. Nanti kalau keadaan sudah lebih baik, saya akan benar-benar hidup.”

Tanpa sadar, kita membuat kebahagiaan menjadi sesuatu yang selalu berada di depan kita.

Kita mengejar masa depan sambil mengorbankan hari ini.

Padahal, masa depan yang kita tunggu itu mungkin tidak pernah datang dalam bentuk yang kita bayangkan.


Ada sebuah pertanyaan sederhana yang menurut saya jauh lebih penting daripada “Apakah saya sudah sukses?”

Apakah cara saya menjalani hari ini sedang membangun kehidupan yang ingin saya jalani?

Pertanyaan ini mengubah banyak hal.

Karena kehidupan yang baik ternyata bukan tentang memiliki satu hari yang luar biasa.

Satu hari liburan tidak membuat hidup kita bahagia.

Satu kali mendapatkan bonus tidak membuat hidup kita sukses.

Satu pencapaian tidak otomatis membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Kehidupan yang baik dibangun perlahan.

Hari demi hari.

Dari apa yang kita lakukan berulang-ulang.


Kita sering mengira bahwa hidup yang baik harus terlihat hebat.

Rumah yang bagus.

Pekerjaan yang sukses.

Penghasilan yang besar.

Banyak perjalanan.

Banyak pencapaian.

Banyak orang yang mengenal kita.

Padahal, mungkin kehidupan yang baik jauh lebih sederhana.

Makan bersama keluarga.

Menyediakan waktu untuk orang yang kita sayangi.

Bangun pagi dan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh.

Berjalan kaki ketika pikiran sedang penuh.

Membaca beberapa halaman buku.

Membantu pekerjaan rumah.

Menepati janji.

Meminta maaf ketika salah.

Menahan diri ketika sedang marah.

Melakukan sesuatu yang benar meskipun tidak ada seorang pun yang melihat.

Hal-hal tersebut tidak terlihat spektakuler.

Tetapi justru dari hal-hal yang sederhana itulah sebuah kehidupan dibangun.


Kita juga sering mencari kebahagiaan dari hal-hal yang memberikan kesenangan cepat.

Ketika lelah, kita mencari hiburan.

Ketika bosan, kita mencari distraksi.

Ketika kecewa, kita mencari sesuatu yang membuat kita lupa.

Tidak ada yang salah dengan istirahat dan hiburan.

Masalahnya muncul ketika seluruh kehidupan kita berubah menjadi siklus:

bekerja → lelah → melarikan diri → tidur → bekerja lagi.

Kita kemudian hidup hanya untuk menunggu akhir pekan.

Menunggu liburan.

Menunggu bonus.

Menunggu promosi.

Menunggu pensiun.

Menunggu sesuatu yang akan membuat kita akhirnya merasa hidup.

Kalau sebagian besar hidup kita hanya digunakan untuk menunggu sesuatu yang lain, mungkin ada sesuatu yang perlu kita pikirkan kembali.

Karena hidup bukan hanya kumpulan momen besar yang terjadi sesekali.

Hidup adalah sebagian besar hari-hari biasa.


Ada hal lain yang juga penting.

Kita tidak harus selalu mengikuti apa yang kita rasakan.

Kita bisa merasa malas tetapi tetap melakukan apa yang harus dilakukan.

Kita bisa merasa marah tetapi memilih untuk tidak menyakiti orang lain.

Kita bisa ingin menyerah tetapi memilih bertahan.

Kita bisa ingin membeli sesuatu tetapi memilih menunggu.

Kita bisa ingin membalas perkataan seseorang tetapi memilih diam sampai pikiran kita lebih tenang.

Perasaan kita penting.

Tetapi perasaan tidak harus selalu menjadi pengemudi.

Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak dan bertanya:

“Apa yang benar untuk dilakukan, bukan hanya apa yang ingin saya lakukan?”

Mungkin di situlah kedewasaan mulai terbentuk.


Dan ternyata, menjadi manusia yang lebih baik bukanlah sebuah keputusan yang kita buat sekali.

Ia dibentuk melalui pengulangan.

Kita menjadi sabar dengan berulang kali belajar bersabar.

Kita menjadi disiplin dengan berulang kali melakukan apa yang harus dilakukan.

Kita menjadi jujur dengan terus memilih kejujuran.

Kita menjadi penyayang dengan terus belajar memperhatikan orang lain.

Kita menjadi kuat bukan karena tidak pernah menghadapi kesulitan, tetapi karena berkali-kali memilih untuk tetap melakukan yang baik ketika keadaan tidak mudah.

Karakter kita adalah hasil dari apa yang kita lakukan berulang kali.


Mungkin karena itu, kita tidak perlu terlalu sibuk mencari formula untuk mendapatkan kehidupan yang sempurna.

Tidak ada kehidupan yang sempurna.

Ada masalah.

Ada kegagalan.

Ada kehilangan.

Ada hari ketika kita sangat lelah.

Ada hari ketika kita tidak tahu harus berbuat apa.

Tetapi bahkan dalam kehidupan yang tidak sempurna, kita masih bisa memilih bagaimana kita menjalaninya.

Kita bisa memilih untuk tetap hadir bagi keluarga.

Tetap bekerja dengan integritas.

Tetap menjaga hubungan dengan orang-orang yang penting.

Tetap menjaga tubuh.

Tetap belajar.

Tetap berbuat baik.

Tetap bersyukur atas hal-hal sederhana.

Dan terus memperbaiki diri.


Mungkin pada akhirnya, pertanyaan terpenting dalam hidup bukan:

“Berapa banyak yang sudah saya capai?”

Bukan pula:

“Berapa banyak uang yang sudah saya kumpulkan?”

Tetapi:

“Jika saya terus menjalani hari-hari seperti ini, apakah saya akan menjadi manusia yang saya hormati?”

Jika jawabannya belum, kita tidak harus menunggu tahun depan untuk berubah.

Kita bisa mulai dari hari ini.

Dari satu kebiasaan kecil.

Satu percakapan yang lebih baik.

Satu keputusan yang lebih bijaksana.

Satu tindakan yang benar meskipun tidak ada yang melihat.

Karena kehidupan yang baik tidak dibangun dalam satu malam.

Ia dibangun perlahan, dari ribuan pilihan kecil yang kita buat setiap hari.


Jadi, jangan terlalu sibuk menunggu kehidupan yang lebih baik.

Bangunlah kehidupan yang lebih baik dari hari yang sedang kita jalani.

Nikmati makan bersama keluarga.

Kerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Jaga orang-orang yang kita cintai.

Belajar mengendalikan diri.

Istirahat ketika memang perlu.

Bersyukur atas apa yang ada.

Dan ketika hari itu berakhir, tanyakan kepada diri sendiri:

“Apakah hari ini saya sudah menjalani hidup dengan cara yang membuat saya menghormati diri saya sendiri?”

Kalau jawabannya belum, besok masih ada kesempatan.

Kalau jawabannya sudah, syukurilah.

Karena mungkin kebahagiaan bukan sesuatu yang suatu hari nanti akan kita temukan.

Mungkin kebahagiaan adalah sesuatu yang perlahan kita bangun, melalui cara kita menjalani setiap hari.